![]() |
| source Pic : alibaba.com |
Sticker Tattoo yang Colorful
Warna Hitam
Tatto Temporary Itu Nggak Sakit
Nggak akan Menyesal
Soal Ketahahan di Kulit
Baca Juga :Tren Tato Temporer Stiker"
12:39 PM
Maharani
![]() |
| source Pic : alibaba.com |
Baca Juga :Tren Tato Temporer Stiker"
2:19 AM
Maharani
![]() |
| ilustrasi |
Baca Juga "32 Tanda Emosional Seseorang Wanita Yang Sedang Berselingkuh"
7:55 PM
Maharani
Berdandan Bagi Wanita MuslimahBerdandanlah Sewajarnya Tanpa Membuat Guncingan di Disekitar
Allah berfirman dalam surat Al-Mu’minum ayat 51, “Wahai umat manusia, sesungguhnya Allah adalah thayyib (baik), tidak akan menerima kecuali yang thayyib (baik dan halal); dan Allah memerintahkan kepada orang beriman segala apa yang Dia perintahkan kepada para rasul.
Baca Juga " 7 Alasan Mengapa Wanita Harus Berjilbab "
3:04 AM
Maharani
6:12 PM
Maharani
Baca Juga "Pesona dan Kecantikan Wanita Berjilbab"
6:34 PM
Maharani
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama yang baik, niscaya kamu akan beruntung.”
6:17 PM
Maharani
9:28 AM
Maharani
Baca Juga : Kisah Inspiratif "Sukses Karena Dendam Positif"
1:53 AM
Maharani
4:44 AM
Maharani
9:01 PM
Maharani
Teknik Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) secara singkat akan dipaparkan dalam bentuk pertanyaan dan jawaban di bawah ini: T: Apakah Teknik Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) itu?
J: Teknik Planologi atau PWK adalah ilmu yang mempelajari perencanaan suatu kota atau wilayah-wilayah. Dalam bahasa yang lebih sederhana, Teknik Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) adalah ilmu tata kota.
T: Seperti arsitektur?
J: Tidak. Berbeda dengan arsitektur. PWK tidak merancang bangunan per bangunan, tapi langsung merencanakan suatu kota atau wilayah. Kuliah di Perencanaan Wilayah dan Kota itu tidak harus pintar menggambar, yang penting punya imajinasi tinggi, daya analisis kuat dan kreatif.
Buat yang sering bermain game PC mungkin tahu game Sim City? Seperti itulah hal-hal yang dipelajari di PWK.
T: Apa yang dipelajari di PWK?
J: Banyak… macam-macam. Yang dipelajari tidak melulu teknik atau hitung-hitungan. Sosial dan kemasyarakatan, teori-teori perencanaan kota dan wilayah, pengetahuan peta, statistika, serta software-software pendukung perencanaan, teori-teori sosial, hukum, kajian lingkungan, sistem transportasi, perumahan, serta teknik-teknik dan ilmu komunikasi juga dipelajari di PWK.
T: Setelah lulus?
J: Sama seperti lulusan fakultas teknik lainnya, lulusan PWK berhak menggunakan gelar Sarjana Teknik (S.T). Lulusan PWK bisa bekerja di konsultan-konsultan perencanaan atau di instansi-instansi pemerintah seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional /Daerah (Bappenas/Bappeda), Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah, atau menjadi penentu kebijakan/pemimpin daerah. Selain itu juga bisa bekerja menjadi dosen, pemerhati/pengamat kota, pengembang perumahan dan lain-lain.
Demikian paparan singkat tentang teknik planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda!
6:09 AM
Maharani
BERPIKIR POSITIF
11:49 PM
Maharani
TUHAN LEBIH TAHU APA YANG KITA BUTUHKAN SAAT INI
11:46 PM
Maharani
MEMBERI TELADAN YANG BAIK UNTUK ORANG DISEKITAR KITA
11:44 PM
Maharani
Pertemanan adalah bagian dari kehidupan manusia. Lingkungan yang sangat mempengaruhi cara manusia mengisi hidupnya, ditentukan oleh siapa dan bagaimana orang-orang yang senantiasa menemaninya setiap saat. Bisa dipastikan, kebahagiaan akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang memiliki teman dan sahabat yang baik.
4:09 AM
Maharani

Anda ingin menjadi seorang pemimpin...?
atau anda takut untuk menjadi pemimpin...?
ketahuilah! pada dasarnya semua manusia itu diciptakan untuk menjadi pemimpin....maka jangan sampai anda merasa takut untuk menjadi pemimpin....! okey..!
nah untuk menambah motivasi serta kemampuan anda untuk dapat menjadi pemimpin yang baik, maka dalam tulisan sederhana ini kami mencoba untuk menyajikan kriteria2 seorang pemimpin yang baik insyaAllah....dapat bermanfaat bagi kita semua....amien....!
1. Integritas kepada orang lain
Integritas atau memberikan kesetiaan atau kepedulian kepada orang lain atau bawahan, berarti mempertahankan nilai-nilai dan moral yang dipercayai kepada orang lain. Integritas akan menunjukkan kepada orang lain, komitmen terhadap satu hal dan bukan sebagai orang yang tulalit.
2. Memelihara orang lain
Jika kita melihat ke sekeliling kita, maka akan kita saksikan bahwa ada orang di dalam hidup kita yang ingin diberi makan, dengan dorongan aman dan harapan, yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Inti dari proses pemeliharaan adalah perhatian tulus kepada orang lain. Berikan perhatian dan rasa aman kepada orang yang dipimpin, namun tetap dengan cara yang mendidik.
3. Percaya terhadap kemampuan orang lain
Setiap orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut. Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai dengan kemampuan dan wilayah kerjanya, namun sampaikan terlebih dahulu dengan jelas apa yang harus dia lakukan.
4. Mendengar apa yang disampaikan orang lain
Dengarkan dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai, maka berikanlah hal itu. Orang yang tidak pernah menghargai orang lain, jangan pernah berharap dia akan dihargai apalagi dicintai.
5. Kemampuan memahami orang lain
Setiap orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang lain adalah dengan memahami dan mendengarkan apa yang dia sampaikan. Berikan sepenuhnya apa yang sudah menjadi hak mereka tanpa harus melalaikan pendidikan untuk mereka sadar akan kewajiban mereka juga.
6. Mengembangkan bakat orang lain
Berarti kita membantu mereka menangkap peluang untuk membantu mewujudkan potensi mereka. Berikan kesempatan kepada orang yang kita pimpin agar mereka bisa terus maju dan meraih jenjang yang lebih tinggi. Tak akan pernah kita rugi bila kelak orang yang kita pimpin menjadi individu yang mandiri dan lebih sukses. Bahkan mereka mungkin akan menjadi akses atau relasi yang menguntungkan bagi kita di masa depan.
7. Menjadi arah (navigator) bagi orang lain
Berarti mengidentifikasi tempat tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses. Ilmu kita meningkat, pengalaman kita bertambah, kemampuan kita semakin diasah, relasi atau jaringan kita bertambah dan kebaikan kita pun berlipat ganda. Sungguh sebuah multiple effect yang luar biasa.
8. Berhubungan dengan orang lain
Dianalogikan pada rangkaian gerbong kereta api dan apa yang terjadi. Gerbong itu berada di atas rel, dimuati barang-barang, mempunyai tujuan dan rute. Tapi gerbong ini tidak memiliki arah jika tidak dihubungkan dengan lokomotif. Sama halnya ketika kita membawa orang pergi, kemana mereka harus pergi, dimana keberadaannya, ini hanya akan diketahui jika kita memiliki hubungan dengan banyak pihak, (maksudnya seorang pemimpin harus mempunyai arah dan tujuan yang jelas). Relationship dan multiple link adalah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika ia ingin timnya dan dirinya sukses. Semakin banyak relasi dan semakin luas jaringan yang kita miliki maka semakin besar peluang yang kita raih.
9. Memperlengkapi orang lain
Artinya ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita. Maksudnya jika seorang pemimpin telah mampu mendelegasikan tugas dengan baik kepada bawahannya, berarti ia telah membuat langkah cerdas dalam kerjanya, tugas yang tercapai lebih banyak dan lebih cepat. Bawahannya semakin pintar dan pada akhirnya tujuan bersama pun tercapai dengan hasil terbaik. Namun syarat sebelum pendelegasian adalah berikan penjelasan dan ilmu sampai orang yang kita delegasikan tersebut paham benar tentang apa yang harus ia lakukan.
10. Memproduksi orang berpengaruh
Artinya bagaimana ketika kita telah mengubah orang lain agar ia menjadi pengikut seperti diri kita. Pada akhirnya kita akan mampu menciptakan orang-orang berpengaruh yang kelak akan menciptakan orang-orang seperti kita juga. Dan terus seperti itu. Sehingga dalam lingkungan/koridor kepemimpinan kita semua personil, elemen dan pihak memiliki kemampuan seperti kita dan melakukan seperti apa yang kita inginkan tanpa harus selalu diperintah.
5:23 AM
Maharani
Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
4:50 AM
Maharani
Membina Keluarga bahagia Yang islamiPasangan ideal dari kata keluarga adalah bahagia, sehingga idiomnya menjadi keluarga bahagia. Maknanya, tujuan dari setiap orang yang membina rumah tangga adalah mencari kebahagiaan hidup. Hampir seluruh budaya bangsa menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran kebahagiaan yang sebenarnya. Meski seseorang gagal karirnya di luar rumah, tetapi sukses membangun keluarga yang kokoh dan sejahtera, maka tetaplah ia dipandang sebagai orang yang sukses dan berbahagia. Sebaliknya orang yang sukses di luar rumah, tetapi keluarganya berantakan, maka ia tidak disebut orang yang beruntung, karena betapapun sukses diraih, tetapi kegagalan dalam rumah tangganya akan tercermin di wajahnya, tercermin pula pada pola hidupnya yang tidak bahagia.
Hidup berkeluarga memang merupakan fitrah sosial manusia. Secara psikologis, kehidupan berkeluarga, baik bagi suami, isteri, anak-anak, cucu-cicit atau bahkan mertua merupakan pelabuhan perasaan, ; ketenteraman, kerinduan, keharuan, semangat dan pengorbanan,semuanya berlabuh di lembaga yang bernama keluarga. Sacara alamiah, ikatan kekeluargaan memiliki nilai kesucian, oleh karena itu bukan hanya di masyarakat tradisionil kesetiaan keluarga dipandang mulia, pada masyarakat liberalpun, kesetiaan keluarga masih menjadi nilai keindahan, meski persemayaman keindahan itu di alam bawah sadar. Dibalik budaya “pergaulan bebas” yang dinikmati masyarakat liberal, tetap saja diakui di alam bawah sadarnya “kebenaran” nilai kesetiaan dalam hidup berkeluarga.
Menikah tidak terlalu sulit, tetapi membangun keluarga bahagia bukan sesuatu yang mudah. Pekerjaan membangun, pertama harus didahului dengan adanya gambar yang merupakan konsep dari bangunan yang diinginkan. Gambar bangunan (maket) bisa didiskusikan dan diubah sesuai dengan konsep fikiran yang akan dituangkan dalam wujud bangunan itu.
Demikian juga membangun keluarga bahagia, terlebih dahulu orang harus memiliki konsep tentang keluarga bahagia. Banyak kriteria yang disusun orang untuk menggambarkan sebuah keluarga yang bahagia, bergantung ketinggian budaya masing-masing orang, misalnya paling rendah orang mengukur kebahagiaan keluarga dengan tercukupinya sandang, pangan dan papan. Bagi orang yang pendidikannya tinggi atau tingkat sosialnya tinggi, maka konsep sandang bukan sekedar pakaian penutup badan, tetapi juga simbol dari suatu makna. Demikian juga pangan bukan sekedar kenyang atau standar gizi, tetapi ada “selera” non gizi yang menjadi konsepnya. Demikian seterusnya tempat tinggal (papan) , kendaraan, perabotan bahkan hiasan, kesemuanya itu bagi orang tertentu mempunyai kandungan makna budaya. Secara sosiologis pesikologis, kehadiran anak dalam keluarga juga dipandang sebagai parameter kebahagiaan.
Rumah tangga juga demikian, ada konsepnya, isteri bukan sekedar perempuan pasangan tempat tidur dan ibu yang melahirkan anak, suami bukan sekedar lelaki, tetapi ada konsep aktualisasi diri yang berdimensi horizontal dan vertikal. Orang bisa saja menunaikan hajat seksualnya di jalanan, dengan siapa saja, tetapi itu tidak identik dengan kebahagiaan. Hubungan seksual dengan perselingkuhan mungkin bisa memuaskan syahwat dan hawa nafsunya, tetapi tidak pernah melahirkan rasa ketenteraman, ketenangan dan kemantapan psikologis.
Konsep keluarga bahagia yang Islami, biasanya disebut dengan istilah Keluarga Sakinah.
Sumber : mubarok-institute
RSS Feed
Twitter